• Jelajahi

    Copyright © Liputan7
    Best Viral Premium Blogger Templates

    termurah

    loading...

    Catat 5 Mitos Sate Kambing Sebelum Kalap Makan Saat Idul Adha

    liputan7.com
    28 July 2020, 28 July WIB Last Updated 2020-07-28T05:24:06Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Idul Adha di Indonesia identik dengan santapan serba daging kambing atau sapi. Khusus daging kambing, kerap disebut-sebut sebagai pemicu hipertensi dan kolesterol. Mitos atau fakta?

    Banyak orang enggan makan daging kambing dengan alasan kesehatan. Daging kambing kerap disebut sebagai biang kerok berbagai penyakit mulai dari hipertensi, kolesterol hingga membuat efek panas jika dikonsumsi ibu hamil.

    Padahal sebenarnya, daging kambing memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Asal dikonsumsi sesuai porsi maka olahan daging kambing justru memberi manfaat. Beberapa isu yang berkembang di masyarakat seputar daging kambing, kebanyakan hanyalah mitos belaka.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 mitos daging kambing yang perlu diketahui sebelum kalap menyantapnya saat Idul Adha.

    1. Menyebabkan hipertensi

    HipertensiHipertensi Foto: shutterstock

    Banyak orang menghindari atau membatasi konsumsi olahan daging kambing karena alasan takut hipertensi. Padahal sebenarnya hal ini hanyalah mitos belaka. Kandungan lemak jenuh pada daging kambing bahkan lebih rendah daripada daging sapi.

    Pada 100 gram daging sapi umumnya mengandung sekitar 6 gram lemak jenuh, sementara pada daging kambing dengan porsi sama hanya mengandung 0,71 gram lemak jenuh. Jadi anggapan soal daging kambing penyebab hipertensi hanyalah mitos belaka.

    Sebaliknya, daging kambing mengandung lemak tak jenuh yang terbilang tinggi. Lemak tak jenuh ini cukup memberi efek positif pada tubuh seperti membantu menyeimbangkan kadar kolesterol, mengurangi peradangan dan menstabilkan detak jantung.

    Yang harus menjadi perhatian adalah perhatikan jumlah konsumsi daging kambing, kalau berlebihan juga tentu akan mengganggu kesehatan.

    2. Meningkatkan gairah seksual

    Pregnant woman feeling bad suffering from pain lying on couch at home. Sickness during pregnancy

    Beberapa pria sengaja menyantap olahan kambing seperti sate maupun sop dengan alasan untuk mendongkrak stamina. Konsumsi daging kambing sebelum berhubungan seksual dianggap bisa membuat aktivitas seks makin hot.

    Padahal faktanya, belum ada penelitian yang mengungkapkan hubungan antara konsumsi daging kambing dan peningkatan stamina seksual pria. Daging kambing mengandung asam amino L-ariginin yang berperan melebarkan pembuluh darah, namun hal ini tidak terlalu memberi pengaruh besar.

    Daging kambing juga mengandung zat besi yang dipercaya bisa mendongkrak stamina pria, tapi dalam satu porsi olahan kambing tidak cukup untuk menunjang peningkatan libido pada pria maupun wanita. Hal ini hanyalah mitos yang berkembang secara turun temurun di masyarakat.

    3. Bahaya dikonsumsi wanita hamil


    Daging kambing kerap dikaitkan dengan efek panas, salah satu orang yang dianjurkan makan daging kambing adalah wanita hamil. Jika nekat makan daging kambing maka resikonya adalah keguguran atau gangguan kehamilan.

    Padahal faktanya, tidak ada dokter kandungan yang melarang wanita hamil makan daging kambing. Asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar dan sesuai porsi, daging kambing tidak akan mengganggu kesehatan janin.

    Yang dilarang bagi wanita hamil adalah konsumsi daging mentah dan daging setengah matang. Jadi wanita hamil yang ingin makan olahan daging kambing tetap diperbolehkan asal tidak berlebihan dan pastikan daging sudah matang sempurna.

    4. Daging kambing mengobati darah rendah

    Pregnant woman feeling bad suffering from pain lying on couch at home. Sickness during pregnancy
    Pregnant woman feeling bad suffering from pain lying on couch at home. Sickness during pregnancy Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio

    Karena berkembang mitos yang mengatakan daging kambing bisa meningkatkan tekanan darah, maka banyak orang percaya daging kambing bisa mengobati darah rendah. Solusi ini keliru karena daging kambing tidak bisa diandalkan untuk membuat darah rendah menjadi normal.
    Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam Asian-Australian Journal of Animal Sciences tahun 2014 lalu mengungkap kenaikan tekanan darah setelah makan daging kambing terbilang rendah. Kenaikan tekanan darah justru lebih tinggi ketika usai menyantap daging sapi dan ayam.

    5. Daging kambing lebih sehat dibanding daging sapi


    Meskipun ada beberapa hal yang lebih unggul dari daging kambing, bukan berarti daging kambing lebih sehat dibandingkan daging sapi. Belum ada penelitian yang membandingkan efek sehat antara daging sapi dan daging kambing.

    Sebagai saran, konsumsi daging kambing dengan bijak dalam porsi yang tidak berlebihan. Saat makan kambing, jangan lupa selingi dengan konsumsi sayuran dan buah.
    Perhatikan juga intensitas konsumsi daging kambing, jangan kalap lalu makan daging kambing dalam porsi tak wajar. Jangan juga menyantap olahan daging kambing secara berturut-turut.


    Sumber 
    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Terkini

    NamaLabel

    +